Help, the Cetak E-mail
(1 vote)

Penuturan yang Tidak Biasa

Banyak hal yang menjadi sumber keluhan wanita, berapa pun usia mereka. Kegelisahan akan masa depan, penampilan, hubungan dengan anggota keluarga, dan macam-macam lagi. Aibileen, Minnie Jackson, Yule May, Constantine, dan teman-teman mereka sibuk bertarung dengan upaya menghindari maut sehubungan fisik mereka sebagai orang kulit hitam yang dipandang sebagai warga kelas dua di Jackson, Mississippi. Mereka harus memprioritaskan pekerjaan dan 'etika' yang diharapkan para nyonya kulit putih supaya tetap dapat bertahan hidup dan menyekolahkan anak-anak, tak peduli upahnya rendah.

Skeeter Phelan, yang kerap lupa bahwa nama aslinya adalah Eugenia, bukan sekadar peduli akan ketidakadilan yang terjadi. Gadis kulit putih ini mengabaikan tubuhnya yang sangat tinggi sehingga sukar mendapatkan pasangan sepadan [dan membuat sang ibu uring-uringan], terbenam dalam kerinduan sekaligus pertanyaan tak terjawab akan perginya sekutu terbaik di rumah, Constantine sang pelayan. Seperti halnya Aibileen menanamkan pemikiran positif pada Mae Mobley, gadis cilik dua tahun yang acap kali tidak diindahkan oleh ibunya [bahkan pernah disamakan dengan rumput liar karena tumbuh pesat], Constantine tidak mengkritik Skeeter. Ia bahkan memberikan kode selama Skeeter bersembunyi untuk merokok di lingkungan rumah.

Impian Treelore, putra Aibileen yang tewas mengenaskan juga karena warna kulitnya, yang terpenggal menyulut bara di hati Skeeter. Menjadi penulis adalah cita-citanya. Dengan pengarahan editor penerbitan tempatnya melamar pekerjaan, Skeeter memulai gerakan bawah tanah yang sama sekali tidak mudah: keberpihakan kepada para pelayan kulit hitam yang dituangkan dalam sebuah buku. Rangkuman kisah nyata, yang tentu saja tidak mudah diperoleh sebab para narasumber memiliki ketakutan yang sangat masuk akal. Sudah terlalu banyak kenalan dan kerabat masuk penjara dengan alasan yang diada-adakan, mati di depan mata, cedera parah, di samping perlakuan tidak manusiawi dari para majikan. Dianggap tidak pernah mencuci rambut, membawa penyakit menular sehingga harus memakai kamar mandi terpisah, dan lain sebagainya.

Di sinilah sebuah pelajaran mengenai satu sudut kepenulisan mencuat. Skeeter harus menelan tudingan bahwa ia tak lebih dari perempuan kulit putih yang ingin mengeruk keuntungan di atas penderitaan orang lain. Seiring berjalannya waktu, tercapailah pemahaman bersama bahwa mereka menanggung risiko yang pahit kendati nama-nama narasumber dan tempatnya telah disamarkan. Bagai mendapat kesempatan untuk mencurahkan kepenatan hati, membuncahlah aneka cerita yang sesungguhnya mengandung sisi manis juga. Tentu, mayoritas adalah kepedihan akibat tuduhan mencuri, kesewenang-wenangan, dan torehan luka tak terperi karena bayi-bayi memanggil para pelayan ini "Mama", bukan kepada ibu kandung mereka.

Selain perjuangan meyakinkan narasumber, Skeeter mengendap-endap dari kecurigaan ibunya. Di samping resah akan jodoh sang putri sehingga merusuhi pembicaraan di telepon dan penampilan serta tindak-tanduk gadis itu, Missus Phelan membuat Skeeter rikuh terhadap editornya yang tidak menyangka gadis berpendidikan seusianya masih tinggal dengan orangtua. Sebagaimana penulis pada umumnya, ia berjumpalitan dengan tenggat sementara kebohongan harus terus disampaikan kepada ibunya. Skeeter berperilaku santun, memandang penuh respek para kontributornya, dengan keterusterangan akan pembagian rata uang yang diperoleh. Tak ada ketimpangan satu sen pun.

Skeeter bukan satu-satunya yang memanusiakan penduduk berkulit hitam. Minnie, yang didepak secara tidak hormat oleh majikan sebelumnya, terheran-heran karena sikap sangat ramah nyonya barunya, Miss Celia Foote. Perempuan yang tidak pernah beranjak dari rumah ini, kendati sikapnya terkesan konyol, kebingungan untuk bergaul, namun ketangguhannya menghajar seorang lelaki telanjang yang menerobos ke rumah dan melukai Minnie amat menarik. Kreativitas penerjemah yang menciptakan ketegangan sekaligus kekocakan dengan istilah 'pai anu' menjadikan sub plot ini sangat enak dibaca. Kathryn Stockett, yang mengaku dekat dengan pelayan neneknya, melukiskan semua karakter dengan amat utuh dan realistis. Aibileen yang penuh kasih sayang membangun kepribadian Mae Mo sehingga tidak sakit hati oleh ketidakacuhan ibunya, Miss Hilly yang memanipulasi diskriminasi dengan perbuatan bajik, Johnny Foote yang sungguh manis dan merupakan suami berjiwa besar, Stuart putra senator yang dijodohkan dengan Skeeter dan menyimpan lekuk misteri, serta Miss Walters, ibu Miss Hilly yang akan dikirim ke panti jompo. Kepribadian mereka menjadikan cerita The Help penuh warna, bergantian dalam keharuan, kesenduan, renungan, gelak tawa, dan semangat dalam jalinan persahabatan.

Sudah barang tentu, klimaks kisahnya adalah kala buku berisi penuturan para pelayan [termasuk kisah Skeeter sendiri] terbit. Semakin nyatalah kematangan dan ketegasan Kathryn Stockett yang mengutarakan bahwa menulis kisah nyata lazimnya mengundang bahaya besar dalam aneka bentuk - di antaranya tuntutan pencemaran nama baik, sekalipun yang dipaparkan adalah sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang. Pamungkasnya? Amat merebut hati. Silakan Anda menyimak sendiri. (rini)

 

 

Judul : The Help
Penulis: Kathryn Stockett
Penerjemah: Barokah Ruziati
Penerbit : Matahati
Tahun: 2010
Genre : Novel Drama
Tebal: 544 Halaman 
ISBN: 978-602-859-01-43

 

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL DRAMA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28292949

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit