Uglies; Saat Kesempurnaan Fisik Adalah Segalanya Cetak E-mail
(7 votes)
Uglies; Saat Kesempurnaan Fisik Adalah Segalanya
Judul : Uglies; Saat Kesempurnaan Fisik Adalah Segalanya
Pengarang: Scott Westerfeld
Penerbit : Matahati
Tahun: 2010
Genre : Novel Remaja
Tebal: 432 Halaman
ISBN: -

 

 

 

 

 

 

“Aku tak kecewa dengan penampilanku sekarang ini Tally”

“Mungkin kau tidak kecewa, tapi kau takut untuk menjadi dewasa”

 

Manusia memang tidak pernah puas, bahkan dengan kondisi fisik diri mereka sendiri. Yang memiliki rambut keriting ingin memiliki rambut lurus, yang rambutnya berwarna hitam ingin menjadi merah sementara yang berwarna merah ingin menjadi coklat, hitam atau bahkan biru.

Jelas-jelas penduduk kita memiliki warna kulit sawo matang, namun tetap para wanita berusaha keras untuk terlihat memiliki kulit putih bagai kualam, sementara mereka yang berkulit putih, rela datang jauh-jauh ke negara kita untuk berjemur dipanas matahari agar memiliki kulit coklat!

Aku sendiri juga tidak puas dengan kondisi fisikku! Ada beberapa bagian yang ingin aku ubah. Curhatku itu mendapat ganjaran buku ini dari penerbit. Membuka aib yang mendatangkan berkah he he he, Bagian tubuh yang mana, biarlah hanya aku dan pihak penerbit yang tahu.

Demikian juga dengan Tally Youngblood. Hidung yang lebar, bibir yang tipis, dahi yang terlalu menonjol serta rambut yang kaku merupakan hal yang ingin segera diubahnya. Saat usianya 16 tahun, maka ia bisa mengubah tubuhnya menjadi apa saja seperti yang ia mau. Untuk sementara, ia harus puas menjadi penghuni kota Uglyville, dimana melalui jendela kamarnya ia bisa melihat pemandangan di Kota Rupawan.

Sebenarnya buat saya sedikit menggajal, kenapa harus 16 tahun? Sementara umumnya kedewasaan ditandai dengan dimilikinya surat pengenal semacam KTP atau SIM. Sekedar angka sajakah atau kelak ada penjelasannya. Untuk sementara saya harus puas dengan kondisi begitu.

Perjalanan nekatnya di malam hari untuk menemui Peris sahabatnya yang telah lebih dulu diubah menjadi rupawan dan menjadi penghuni Kota Rupawan Baru mengakibatkan kehebohan kecil di sana. Alih-alih tertangkap, ia malah berkenalan dengan Shay, seorang gadis muda yang menolak diubah menjadi rupawan.

Bersama Shay, Tally mengisi hari-hari musim panasnya dengan banyak kejahilan. Termasuk perbedaan pendapat mengenai urusan mengubah bentuk tubuh dan wajah mereka. Tally sangat menginginkan diubah menjadi rupawan. Ia sudah mulai membuat beberapa pilihan wujud barunya Sementara Shay bersikap masa bodoh.

Saat menungu jemputannya untuk menjalani operasi, ia mendapati bahwa ia tidak bisa segera menjalani operasi. Keinginan yang sudah begitu dekat untuk dicapai, seakan ditarik menjauh dengan paksa. Perjalanannya menuju rumah sakit besar tempat kaum buruk rupa dari anak-anak sampai remaja menjalani operasi atau kaum rupawan tua dari Crumblyville yang jauh-jauh datang untuk mendapat perpanjangan hidup, bukan untuk menjalani operasi, namun untuk mendapat khabar buruk bahwa operasinya ditunda!

Tally dipaksa menyerahkan Shay yang kabur saat waktunya menjalani perubahan. Tidak hanya Shay yang harus dia serahkan namun juga teman-temannya yang tak mau berubah menjadi rupawan! Rupanya mereka yang memilih untuk tidak diubah telah membentuk semacam kota sendiri.

Berbekal pesan Shay yang berbunyi,

Naiklah coaster langsung melewati celah lebar

Sampai kau temukan satu, yang panjang dan datar

Dingin itu laut, dan waspadailah patahan

Di tempat kedua membuat kesalahan

 

Tally berniat membawa pulang Shay sehingga ia bisa mewujudkan impiannya menjadi rupawan. Selain itu, ia selalu merasa pilihan Shay untuk tetap menjadi buruk rupa adalah hal yang paling konyol dan bodoh!

Alih-alih membawa pulang Shay yang telah menemukan dunianya sendiri, Tally malah terpesona dengan keindahan alami Smoke, tempat tinggal mereka yang menolak diubah menjadi rupawan. Keindahan alami Smoke juga menyingkirkan kecemasan Tally. Pemandangan pengunungan, langit dan lembah yang luas memberikan sensasi yang luar biasa. Ternyata alam bebas tak memerlukan operasi agar terlihat indah. Karena alam adalah keindahan itu sendiri.

Apalagi saat ia bertemu dengan 2 tokoh yang menceritakan bagaimana perubahan itu terjadi dan bagaimanakah sebenarnya efek yang ditimbulkan dari operasi yang dijalani oleh mereka yang ingin menjadi rupawan. Tally kian bimbang akan keputusannya.

Jangan mengira buku ini hanya berkisah mengenai bagaimana kebimbangan Tally dan Shay saja. Buku ini sarat akan petualangan seru ala Tally. Keisengan yang mendebarkan. Andai saja saya seumur Tally dan dalam kondisi yang sama, mungkin saya tidak berani berbuat kejahilan semacam itu

Banyak hal menarik dalam buku ini. Misalnya penulisan kalimat “ …ceritakan sedikit tentang kaum Spesial-Kau-Tahu-Siapa ini kepada mereka” Mengingatkan pada tokoh yang ada dalam HP. Lalu diperkenalkannya Hoverboard, semacam papan yang bisa terbang. Seandainya ada di dunia kita…. Bisa dipastikan akan megurangi kemacetan di jalan plus polusi udara.

Ada makanan SpangBol alias Spaghetti Bolognese yang bisa dimakan dengan cara memasukkannya ke dalam alat pemurni. Alat pemurni sendiri merupakan sebuah alat yang bsia menejrnihkan segala jenis air, termasuk air seni! Hasil pemurniannya bsai segera diminum. Yek….. menjijikan sekali jika terpaksa memurnikan air seni! Tapi ini bisa merupakan salah satu penyelesaian masalah kekurangan air bersih.

Kutipan Archibald MacLeish, “Beauty” sepertinya perlu kita renungi maknanya, “Kecantikan adalah kepala medusa, yang dicari dan dipenggal oleh kau pria. Ia paling mematikan ketika mati, dan akan menatap dan menyengat secara abadi”

Kalimat terakhir dalam buku ini membuat saya kian penasaran menantikan kelanjutannya, “Aku Tally Youngblood.” Katanya. “Jadikan aku rupawan. Menurut info yang tercetak dalam buku, sebenarnya “Uglies” merupakan rangkaian pertama dari 4 buah buku, yaitu “Pretties”, “Specials”, terakhir “Extra” Baru membaca judulnya sja bias membayangkan bagaimana serunya buku-buku selanjutnya. Walau situs resmi di http://www.scotwesterfeld.com/ bisa memberikan gambaran mengenai seri ini, namun saya memilih untuk tidak mengunjunginya. Biar kian seru… (Truly Rudiono)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL REMAJA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 31883468

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit