Trilogi Insiden Cetak E-mail
(3 votes)
Trilogi Insiden
Judul : Trilogi Insiden
Pengarang: Seno Gumira Ajidarma
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun: 2010
Genre : Novel Sastra
Tebal: 458  Halaman
ISBN: 978-979-122-79-88

 

 

 

 

 

 

Trilogi Insiden ini berisi tiga buku Seno Gumira Ajidarma (SGA) yang pernah diterbitkan Bentang Budaya, kini diterbitkan kembali dalam satu buku oleh Bentang Pustaka. Trilogi Insiden terdiri dari Saksi Mata (kumpulan cerpen); Jazz, Parfum dan Insiden (roman metropolitan); dan Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara (kumpulan essai) yang memiliki benang merah antara satu buku dengan buku lainnya.

Buku Saksi Mata merupakan kumpulan cerpen, yang terdiri dari Saksi Mata, Telinga, Manuel, Maria, Salvador, Rosario, Listrik, Pelajaran Sejarah, Misteri Kota Ningi, Klandestin, Darah itu Merah Jenderal, Seruling Kesunyian, Salazar, Junior, Kepala di Pagar Da Silva, dan Sebatang Pohon di Luar Desa. Dari judulnya saja sudah jelas bahwa cerpen-cerpen ini merupakan representasi dari Insiden Dili 12 November 1991. Terasa nyata, terasa darahnya, terasa sadisnya, terasa kejamnya.

Pertama, Misteri Kota Ningi (atawa The Invisible Christmas). Ningi agaknya adalah sebuah kota yang betul-betul ajaib. Menurut SGA, ide ceritanya memanfaatkan sebuah statistik kependudukan kota Dili dan Timor Timur, yang ditengah meledaknya pertumbuhan penduduk, ternyata jumlahnya secara misterius makin lama makin berkurang. Statistik itu termuat dalam penelitian George Junus Aditjondro, seorang aktivis yang selalu mengemukakan fakta dengan akurat. Cerpen ini dimuat di harian Kompas, 26 Desember 1993. Dimuat kembali dalam Lampor (Cerpen Pilihan Kompas 1994). Diterjemahkan ke bahasa Inggris oleh Jan Lingard, dimuat kembali sebagai “The Mistery of the Town of Ningi (or The Invisible Christmas)” dalam Indonesia (Cornell University Press, 1996); diterjemahkan ke bahasa Jepang oleh Oshikawa Noriaki sebagai “Ningishi no mistery”, dimuat kembali dalam majalah sastra Gunzou (1997).

Kemudian, mari kita tengok cerpen Kepala di Pagar Da Silva. Kepala itu tertancap di pagar Da Silva. Kepala itu menghadap ke pintu, matanya terbuka, seperti menatap siapa pun yang keluar dari dalam rumah. Rembulan tengah di atas kampung, rembulan yang purnama, malam yang sungguh-sungguh indah, bahkan bunga wijayakusuma itu mekar dengan begitu cepat seperti ikut merayakannya. Ngilu waktu saya baca sepenggal kalimat itu.

Telinga juga tak kalah mengiris hati. Baca penggalan kalimat ini: “Telinga kirimanmu sudah kuterima dengan baik. Sampai sekarang darahnya masih menetes-netes. Kupikir kenang-kenanganmu dari medan perang itu sesuatu yang luar biasa. Telinga itu kugantung di ruang tamu dan tamu-tamu mengaguminya.” SGA terinspirasi dari laporan Jakarta Jakarta yang berisi bahwa Gubernur Timor Timur Mario Viegas Carrascalao pada akhir Oktober 1991 menerima empat pemuda di kantornya. Dua dari empat pemuda itu, telinganya sudah terpotong.

Kedua adalah buku Jazz, Parfum dan Insiden. SGA mampu meramu laporan-laporan Insiden Dili menjadi sebuah roman yang dibalut sensasi parfum dan filosofi alunan musik jazz. Kehidupan seperti jazz memang penuh improvisasi. Banyak peristiwa tak terduga yang harus selalu kita atasi. Kita tak pernah tahu ke mana hidup ini akan membawa kita pergi. Kita boleh punya rencana, punya cita-cita, dan berusaha mencapainya, tapi hidup tidak selalu berjalan seperti kemauan kita. Barangkali kita tidak pernah mencapai tujuan kita. Barangkali kita mencapai tujuan kita, tapi dengan cara yang tidak pernah kita bayangkan. Barangkali juga kita tidak punya tujuan dalam hidup ini, tapi hidup itu akan selalu memberikan kejutan-kejutannya sendiri. Banyak kejutan. Banyak insiden. Seperti jazz??

Ketika Jurnalisme Dibungkam, Sastra Harus Bicara merupakan kumpulan essai yang merangkum dibalik pembuatan Saksi Mata maupun Jazz, Parfum dan Insiden. Bila jurnalisme bicara dengan fakta, sastra bicara dengan kebenaran. Fakta-fakta bisa diembargo, dimanipulasi, atau ditutup dengan tinta hitam, tapi kebenaran muncul dengan sendirinya, seperti kenyataan. Jurnalisme terikat oleh seribu satu kendala, dari bisnis sampai politik, untuk menghadirkan dirinya, tetapi kendala sastra hanyalah kejujuran sendiri. Buku sastra bisa dibrendel, tetapi kebenaran dan kesusasteraan menyatu bersama udara, tak tergugat dan tak tertahankan. Menutupi fakta adalah tindakan politik, menutupi kebenaran adalah perbuatan paling bodoh yang bisa dilakukan manusia di muka bumi.

Kebenaran dalam kesusasteraan adalah sebuah perlawanan bagi historisme, sejarah yang hanya diciptakan bagi pembenaran kekuasaan.

Timor Timur adalah fakta. Cerpen adalah fiksi. Sebuah cerpen bisa mengutip disertasi S-3 yang tidak terbantah, namun ia tetap saja sebuah cerpen, apalagi kalu ia cuma berbau. Bahwa sebuah fiksi dianggap cukup bisa mengundang masalah sehingga perlu ditegur karena bau fakta, sudah merupakan suatu hal yang sulit digolongkan sebagai akal sehat: ternyata ada kecenderungan kuat untuk menganggap fiksi sebagai fakta.

Kita hidup di dalam dunia makna, segala sesuatu adalah tanda yang masih selalu bisa ditafsirkan kembali secara kritis. (Luckty)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL SASTRA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 32075820

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit