Islamku Islam Anda Islam Kita; Agama Masyarakat Negara Demokrasi Cetak E-mail
(3 votes)
Islamku Islam Anda Islam Kita; Agama Masyarakat Negara Demokrasi
Judul : Islamku Islam Anda Islam Kita; Agama Masyarakat Negara Demokrasi
Penulis: KH. Abdurrahman Wahid
Penerbit: The WAHID Institute
Tahun: 2006
Genre : Islam
Tebal: 411 Halaman
ISBN: 979-98737-0-3

 

 

 

 

 

 

Nampaknya sosok Abdurahman Wahid (Gus Dur) memang tidak bisa dilepaskan dari soal peace and struggle justice. Usaha untuk perdamaian dan memperjuangkan keadilan seakan menjadi ruh Gus Dur kapanpun, dimanapun, tak terkecuali hampir dalam semua tulisanya. Seperti dalam buku "Islamku Islam anda Islam Kita", hampir disetiap lembar buku (tema) selalu menyuguhkan perjuangan akan keadilan.

Islamku berati Islam yang difikirkan yang berasal dari pengalaman pribadi. Islam jenis ini patut dihargai  tapi juga tidak bisa dipaksakan. Islam anda berarti Islam yang berdasarkan keyakinan, bukan pengalaman. Sedangkan Islam kita menyangkut soal nasib Islam di masa depan yang harus diperjuangkan dalam kerangka demokratis.

Gus Dur yang terkenal akan perjuanganya dengan kaum tertindas amat gerah dengan idiologisasi, formalisasi, dan politisasi Islam sebagai syariat. Karena hal semacam itu hanya memanfaatkan  Islam sebagai simbol untuk mewujudkan ambisi. Islam hanya dijadikan alat politik yang kotor.

Hal ini terlihat dengan kegigihan Gus Dur dalam menolak apa yang disebut negara Islam dan ekonomi Islam. Fakta bahwa negara yang menerapkan islam sebagi idiologi menunjukan ketimpangan dimana-mana. Para penguasa di negara Muslim hampir tidak punya agenda menyudahi berbagi penindasan. Syariat yang dijadikan hukumpun tak memiliki kekuatan untuk menegakan keadilan. Negara Islam bukan menjadi jaminan adanya sistem yang memihak kaum rakyat. Gus Dur yang pernah menjadi aktivis Ikhwanul Muslimin bahkan merasa sia-sia mengingat pengembaraanya mencari-cari makhluk bernama negara Islam. Pengembaraan itu menunjukan bahwa tidak ada konsep negara Islam yang final.

Konsep ekonomi Islam juga hanyalah sebentuk "demam syariat" saja. Hanya menjadikan Islam sebagi prediket. Sebaliknya Gus Dur mendukung sistem ekonomi kerakyataan yang memihak pada kesejahteraan rakyat. ekonomi kerakyataan tidak mengedepankan konsep atau bentuk. bahkan Gus Dur tidak keberatan dengan sistem ekonomi kapitalis (kompetitif, kerja keras). karena fastabiqul khairot, amanat keadilan yang menjadi semangat al Qur'an (Islam) menjadi landasan percaturan ekonomi.

Berbeda dengan ekonomi kapitalis Barat yang menjadikan persaingan sebagai acuan. Tidak memiliki orientasi kerakyatan apalagi kepedulian kepada mereka yang kalah di pasar (mustadh’afin). Dalam fiqh ada keharusan yang selalu diulang-ulang Gus Dur, tasharuf al imam 'ala ar ra'iyyah manutun bi al maslahah (kebijakan dan tindakan imam (pemimpin) harus terkait langsung dengan kesejahteraan rakyat yang dipimpin (hlm. 176).

Dalam hal masalah sosial, gagasan pribumisasi Islam menjadi tema sentral. Ini dapat dilihat dari banyaknya tema yang mengulas persoalan Islam dan kebudayaan. Pribumisasi Islam adalah upaya memberikan apresiasi kepada kebutuhan-kebutuhan lokal. Dan bukan usaha mencapuradukan teologis dengan kepercayaan lokal (sinkretisme) yang selama ini disangkakan.

Buku ini sebenarnya kumpulan tulisan Gus Dur pasca lengser dari kursi kepresidenan. Tema yang diangkat tentu tema yang selama ini menjadi concern Gus Dur. Di antaranya soal Islam,  kebudayaan, negara, keadilan, HAM, perempuan, ekonomi, pendidikan, terrorisme, perdamaian,  dan masalah Internasional.

Halaman buku yang hilang mungkin akan sedikit menggangu, tapi bahasa yang renyah dan ringan akan mengembalikan rasa masyuk. (ufi ulfiah, Komunitas Seroja)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
ISLAM

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 27567653

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit