Garis Perempuan; Empat Wanita, Empat Jalan Hidup Cetak E-mail
(8 votes)
Garis Perempuan; Empat Wanita, Empat Jalan Hidup
Judul : Garis Perempuan; Empat Wanita, Empat Jalan Hidup
Pengarang: Sanie B. Kuncoro
Penerbit : Bentang Pustaka
Tahun: 2010
Genre : Novel Sastra
Tebal: 375 Halaman 
ISBN: 978-979-1227-720-8

 

 

 

 

 

 

Ranting, Gending, Tawangsri dan Zhang Mey bersahabat sejak kecil. Mereka lahir dari keluarga yang berbeda latar belakang. Hingga tumbuh dewasa dengan permasalah hidup yang berbeda satu sama lain.

Dengan apik, Sanie B. Kuncoro dengan bahasanya yang sangat detail mengajak kita menelusuri kehidupan keempat perempuan tersebut. Mereka hidup dengan berbagai pilihan. Kita akan senantiasa berhadapan dengan pilihan. Meskipun kita berhak menentukan setiap pilihan, tetaplah tersadari bahwa tidak ada pilihan yang bebas nilai. Masa depan adalah sesuatu yang asing, abstrak, tak terduga walau dalam beberapa hal bisa dilakukan berbagai upaya untuk mengantisipasinya.

 

Kata-kata yang sangat perempuan:

Masa terindah raga perempuan adalah menjadi perawan. Ketika segala tubuhmu begitu muda, kulitmu bercahaya, tubuhmu mulai berlekuk memasuki awal-awal pembentukannya. Payudaramu tumbuh mulai menyembul dengan otot-otot mengkal, pinggangmu berlekuk sesuai tawon kemit dan pinggulmu mulai nyedit perempuan.

Keperawanan ibarat bunga, masa itu adalah putik yang ranum, belum merekah, tapi benang sari bunga telah berbentuk dengan sempurna, tertutup kelopak bunga yang setiap helainya masih erat saling merapat.

Istri cantik bagi suami jadi serupa sepiring bistik. Memang enak, tapi kalau yang terhidang bistik terus membosankan. Maka, bisa jadi gado-gado atau pecel akan menjadi selingan yang menyegarkan.

Ada tiga tipe perempuan; Ratu, Dewi dan Prajurit. Ratu haruslah cerdas karena dia adalah pemimpin yang mengarahkan rakyatnya mencapai kesejahteraan. Dewi senantiasa cantik, yang dengan itu menciptakan keindahan dan kebahagiaan bagi para pemujanya. Prajurit adalah seorang yang kuat dan setia, dan dengan kekuatan melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan dan mempertaruhkan dirinya atas nama kesetiaan.

Ibarat bunga sedang mekar, akan ada kupu-kupu dan tawon, menghinggapi, salah satunya akan terpilih dan memilihmu. Banyak laki-laki baik, tapi tidak semua bermasa depan. Kau harus bisa memilih dengan cermat.

 

Kalimat-kalimat bijak:

Imajinasi adalah sebuah kemerdekaan, dimiliki setiap orang, dengan atau tanpa realisasi.

Kesetiaan tidak selalu mudah dijelaskan. Ada yang senantiasa menumbuh seperti tunas-tunas baru pada tangkai menumbuh. ada yang diam tak bergerak seperti batu cadas. Ada yang samar dan hilang timbul serupa bayang-bayang. Ada yang gamang serupa gerak nyala api lilin terdera angin, senantiasa goyah meski tak menyala.

Takdir itu menyimpan misteri, tak bisa kita tolak garisnya. Barangkali yang harus dilakukan adalah bertahan karena bisa jadi garis itu akan membawa kita pada sesuatu hal yang tak terduga.

Kita telah menjadi bagian dari sebuah keluarga. Mungkin akan diperlukan banyak toleransi untuk menjalaninya. Ini ibarat sebuah jalan raya, selama masing-masing berjalan sesuai jalurnya, pasti segala sesuatu berlangsung dengan baik. Sun rise and fall, fame comes and goes, but dream life forever.

Bagi beberapa orang, kemiskinan dan harapan barangkali sebuah permainan, akan terus berulang. Game over, lalu mulai babak baru lagi. Tak peduli naik tingkat atau harus mulai dari awal lagi. Begitu berulang-ulang.

Masalah cukup itu relatif, apa yang cukup bagiku belum tentu sama cukupnya dengan orang lain.

Takdir dan nasib seseorang begitu kompleks, bukan sesuatu yang individual, begitu banyak unsur yang saling terkait di dalam kompleksitas itu sehingga sangat tidak relevan bila menempatkan salah satu unsur di dalamnya sebagai penanggung jawab resiko tunggal.

Banyak dipakai istilah kamuflase untuk menampakkan suatu posisi supaya tampak lebih baik. Padahal. sebenarnya cuma pekerja rendah biasa.

Salon kecantikan serupa bengkel bagi kendaraan. Mereka yang masuk ke dalamnya menyerahkan diri untuk diproses. Kecantikan bagi perempuan adalah napas, seperti oksigen yang harus mereka hirup untuk membuat jantung tetap berdenyut dan sel-sel tubuh tumbuh.

Setiap orang akan menjadi bagian senja itu dan menyimpan keping senjanya sendiri, entah untuk disimpan atau diletakkan di mana pun.

Realisasi atas sesuatu tergantung kemampuan dan kesempatan, bisa sangat jauh dari prediksi.

Jodoh menyimpan banyak hal yang tak terduga. Memilih seseorang sebagai jodohmu seperti memilih kucing dalam karung yang berlapis-lapis. Setiap terbuka lapisan awalnya, akan memunculkan sesuatu yang belum kau ketahui pada mulanya. Lalu kau menduga apa yang ada pada lapisan berikutnya, yang ketika kau buka ternyata tak serupa dugaanmu. Begitulah, setiap lapis kehidupan pasanganmu akan menyimpan misterinya sendiri.

Perkawinan tidak terkonfigurasi seperti tim orchestra, tempat setiap pemusik akan memainkan alat musik bagiannya sesuai arahan konduktor dan mengolah nada sesuai partitur yang ada di depannya.

Kematian, walau bukan sesuatu yang anomali, sering kali menjadi tragedi yang tak terjelaskan dengan kalimat apa pun, betapa pun kita ingin memaparkannya dengan sempurna. Begitulah agaknya takdir bekerja. Menempatkan seseorang pada kehidupan seseorang yang lain. Saling bersimpang jalan, berjalan seiring atau bertolak menuju arah yang berbeda. Pada suatu saat sendiri yang tidak akan selalu terjelaskan, betapa pun tersedia ribuan kata untuk menarasikannya.

Waktu tak pernah terus diikat, dihentikan atau dibekukan. Dia selalu bergerak sesuai takdir dan menggerus apa pun tanpa dispensasi apalagi belas kasihan.

Dinamika kehidupan barangkali ibarat sebuah pasar. Tidak ada harga mati di sana. Ketika kau bersama seorang nanti, akan kuanggap kau hanyalah tersesat. Entah berapa lama ketersesatanmu, kenanganmu terhadapku akan membawamu kembali padaku.

Sesuai judulnya, buku ini sangat perempuan sekali. Keperawanan, harga diri, jodoh, dan takdir. Kita manusia biasa yang pada suatu ketika tiba pada sebuah jenjang dari anak-anak menjadi perempuan. Suatu fase yang dibayangi rasa ingin tahu dan gairah menjalani sebuah kehidupan yang menjanjikan pengalaman baru. Kita semua sedang berada dalam sebuah perjalanan yang tak terduga akan serupa apa. berakhir di mana dan kapan. Kita sedang menuju pada sesuatu, seperti proses imigrasi. (Luckty)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL SASTRA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 31801567

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit