Marriage Bureau for Rich People, the; Biro Jodoh Khusus Kaum Elite Cetak E-mail
(5 votes)
The Marriage Bureau for Rich People; Biro Jodoh Khusus Kaum Elite
Judul : The Marriage Bureau for Rich People; Biro Jodoh Khusus Kaum Elite
Pengarang: Farahad Zama
Penerbit : M-Pop
Tahun: 2010
Genre : Novel Komedi Romantis
Tebal: 456 Halaman
ISBN: 978-979-29-0747-6

 

 

 

 

 

 

Biro Jodoh Khusus Kaum Elite adalah jasa yang dirintis Mr. Ali setelah menjadi pensiunan pegawai negeri. India, sebuah negara yang masih menggenggam erat budaya tradisional dalam hal pernikahan dan memilih pasangan hidup, mendatangkan keuntungan sekaligus mengembangkan biro jasa Mr. Ali dengan pesat. Tidak ada kemudahan tanpa bersanding dengan kesulitan. Walaupun proses dan metode pencarian jodoh yang dilakukan Mr. Ali cukup mudah, tetapi kesulitan akan muncul ketika tugas mencarikan atau mencocokkan berbagai formulir yang berisikan data, kriteria dan foto, dipertemukan dengan klien, apalagi yang suka pilih-pilih.

“……Mengapa orang-orang harus menentukan syarat yang rumit? Mengapa mereka tidak mau berkompromi?” [hal 201]

Sebuah pertanyaan dilontarkan Aruna kepada Mr. Ali saat sebelumnya melihat salah satu klien mereka bersikukuh dengan syarat yang diajukan. Kerumitan ini tidak hanya terjadi pada satu orang tapi juga didapat dari banyak klien, dengan syarat-syarat muluknya dalam mencari pasangan yang diinginkan. Postur tubuh yang sempurna, mas kawin dengan nilai teramat besar, pekerjaan yang mapan, keluarga yang terhormat dan masih banyak lagi.

Di antara beragam persyaratan yang rumit, mas kawin dan kasta adalah syarat yang sering menimbulkan banyak masalah. Sudah menjadi tradisi India, bahwa perempuan lah yang mengajukan lamaran dan “membeli” laki-laki dengan mas kawin dengan nilai yang kerap tidak masuk akal. Perlu juga diketahui dalam tradisi India, biaya yang harus dikeluarkan perempuan tidak hanya saat menyerahkan mas kawin, tetapi juga biaya acara penikahan, dan jika perempuan tersebut hamil, maka yang menanggung biayanya adalah keluarga pihak perempuan. Kenyataan ini seringkali membuat para orang tua yang memiliki anak perempuan akan berusaha mati-matian mengumpulkan uang bahkan ketika anaknya masih kecil.

Permasalahan mas kawin ini juga menimpa diri Aruna, sebagai gadis dengan usia yang sudah sepatutnya menikah. Beberapa kali bertemu dengan calon yang dibawa pamannya, kesemuanya berbenturan dengan masalah mas kawin. Kondisi ayahnya yang hanya pensiunan guru dengan uang pensiunan yang hanya dibayar separuh, membuat posisi Aruna secara tidak langsung menjadi tulang punggung keluarga. Kondisi yang membuatnya harus meredam perasaan dan keinginannya untuk menikah.

Dengan penduduk yang didominasi umat hindu, kasta menjadi sesuatu yang teramat penting. Pernikahan dalam komunitas India harus dilakukan dalam satu kasta. Dalam masyarakat India terdapat empat kasta yang tersusun atas Brahmana, Ksatria, Waisya, dan Sudra. Jika seorang dengan kasta tinggi menikah dengan kasta yang lebih rendah maka yang didapat adalah celaan dari masyarakat, dan ini tidak hanya kepada pelaku, tetapi juga keluarga mereka.

Di bagian awal cerita dalam Buku yang menjadi novel perdana dari Farahad Zama ini, sempat berjalan dengan alur yang monoton, klien mencari jodoh, mendaftar sebagai anggota, membayar 500 rupee, pergi, muncul klien berikutnya dan seterusnya. Hingga masuk 150-an halaman, kasus Irshad membuat plot cerita lebih menarik. Irshad, pemuda muslim ini mengalami kesulitan dalam pencarian jodoh, walaupun Mr. Ali telah memberikan daftar kandidat yang berpotensi. Dari sinilah peran Mr. Ali tidak lagi hanya sekadar menjadi mak comblang, tetapi juga orang yang dapat diandalkan dengan kecerdikan yang didapat dari pengalaman dan gerak gesit dalam berkomunikasi dengan berbagai kliennya. Berbekal pengalaman hidupnya bersama Mrs. Ali, Mr. Ali kerap memberikan nasihat-nasihat pernikahan yang terselip dalam dialog-dialog dengan para klien atau Aruna.

“Banyak orang yang menilai bahwa anak-anak perempuan mereka akan bahagia jika bersuamikan pejabat kaya atau insinyur software dari California. Itu keliru. Kau membutuhkan pria berkepribadian baik yang akan menghormati istrinya. Jika memperoleh lelaki seperti itu, wanita mana pun akan bahagia meski keuangan pas-pasan. Kalau suami pulang dalam keadaan mabuk atau melirik perempuan lain, tak peduli mereka tinggal di rumah besar dengan banyak pembantu, si wanita akan sengsara.” [hal 203]

Ide cerita dalam novel bergenre asian-fiction dan telah memenangkan Melissa Nathan Award for Comedy and Romance ini terbilang unik, karena tema biro jodoh ataupun jasa pencarian jodoh sejauh ini masih didominasi oleh nonfiksi. Sehingga penyampaian  dalam bentuk novel membuat tips-tips dan nasihat pernikahan tidak terkesan menggurui dan terlalu teoritis karena balutan cerita yang mengalir.

Walaupun biro jodoh merupakan “menu” utama dalam kisah, tetapi penulis kelahiran 1966 ini juga menyindir berbagai masalah politik, sosial dan ekonomi di India. Seperti permasalahan diskriminasi pada perempuan, problem ini menjadi sorotan bagi Farahad ketika melihat kebiasaan masyarakat India yang kerap menyudutkan perempuan jika terjadi musibah dalam rumah tangganya.

Tidak hanya mengkritisi masalah rumah tangga, Penulis yang telah meraih gelar master dalam bidang teknik eletro ini, juga memprotes masalah penguasa yang tak juga berkesudahan menindas rakyat kecil. Lewat Tokoh Rehman, anak lelaki Mr. Ali, penulis menciptakan sosok aktivis-idealis yang peduli pada rakyat kecil. Unjuk rasa yang dipimpin oleh Rehman di Royyapalem dilakukan untuk memperjuangkan lahan pertanian petani kecil yang akan diubah menjadi wilayah ekonomi khusus oleh perusahaan Korea. Tanpa peduli tindakan yang akan diambil pemerintah, Rehman bersama kawan-kawannya terus melakukan aksi demo. Akibat sikap keras kepala anaknya, Mr dan Mrs. Ali harus berurusan dengan kepolisian dan harus menekan kesedihan melihat kondisi putra semata wayangnya.

Terbitan M-Pop, yang merupakan lini dari Penerbit Matahati ini, diterjemahkan dengan cukup apik. Alih bahasa dari naskah berbahasa Inggris, tidak membuat pembaca kebingungan dalam memainkan imajinasi. Namun, di balik kemulusan terjemah terdapat juga typo dan beberapa kata asing yang tidak diberi penjelasan.

Berbagai kondisi di India yang digambarkan Farahad Zama, memiliki kemiripan dengan Indonesia. Selain sama-sama sebagai Negara berkembang, ternyata India dan Indonesia juga memiliki kesamaan dalam kerumitan dalam masalah pernikahan. Tak dipungkiri bahwa ada sebagian masyarakat Indonesia yang masih memegang erat tradisi leluhur, seperti pernikahan satu suku. Belum lagi, persyaratan mas kawin yang di luar kemampuan, kemudian berbagai prosesi adat dalam pernikahan yang tidak boleh terlewatkan, atau perhelatan pernikahan yang glamor demi mempertahankan gengsi, tanpa pertimbangan masalah keuangan. Hal-hal seperti itulah yang sering membuat para single memilih untuk menunda pernikahan. (sinta)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL KOMEDI ROMANTIS

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29289100

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit