Live Through This; Kekuatan Cinta Seorang Ibu Cetak E-mail
(1 vote)
Live Through This; Kekuatan Cinta Seorang Ibu
Judul : Live Through This; Kekuatan Cinta Seorang Ibu
Penulis: Debra Gwartney
Penerjemah : Rahmani Astuti
Penerbit : Mahda Books
Tahun: 2009
Genre : Memoar
Tebal: 351 Halaman 
ISBN: 978-979-199-261-9

 

 

 

 

 

 

'Aku pernah mendengar orang berkata bahwa ditinggalkan orang yang kita cintai itu seperti hidup tanpa sebelah tangan atau sebelah kaki, tapi gambaran itu tidak terlalu cocok untukku. Kali ini, tanpa mengetahui di mana puteri-puteriku berada atau kapan mereka akan pulang lagi, aku merasa seakan-akan selapis demi selapis diriku dibersihkan, seperti daging labu yang dikerok dengan pinggiran sendok.' [hal. 192]

Kata orang, merawat dan menjaga anak perempuan tak ubahnya menjaga kuning telur, sebisa mungkin berhati-hati agar tidak pecah. Setelah melalui banyak pertimbangan, Debra Gwartney memutuskan untuk berpisah dengan Tom, suaminya. Ketika hal tersebut disampaikan kepada kedua putrinya yang sudah besar, Amanda dan Stephanie, reaksi mereka di luar dugaan. Bukan hanya tidak dapat menerima kenyataan bahwa mereka tidak serumah lagi dengan sang ayah, bahkan keduanya ingin tinggal bersama Tom. Amanda bersikeras bahwa Tom membutuhkannya dan ia harus merawat lelaki itu.

Pemberontakan Amanda yang menular kepada adik terdekatnya, Stephanie, mulai meletup. Dengan hati remuk, Debra menyaksikan kedua anaknya yang baru berusia 16 dan 14 tahun menggelandang di jalanan. Tubuh mereka ditato, hidung ditindik dan dipasangi sekrup atau tutup ritsleting, belum lagi narkoba yang terus meracuni raga gadis-gadis itu. Setelah berunding dengan mantan suaminya, yang telah kembali beristri, Debra memisahkan Amanda dengan Stephanie agar tidak saling tergantung dan memasukkan mereka dalam rehabilitasi. Namun kedua remaja itu segera kembali pada kebiasaan buruk masing-masing, kemudian melarikan diri.Menata hidup dengan empat anak perempuan membuat Debra ibarat berjalan di atas es tipis. Ia lelah, frustrasi, muak berhadapan dengan konselor dan guru yang menciptakan rasa terpojok, apalagi istri baru suaminya lebih bisa dekat dengan Amanda. Telepon dari polisi, laporan akan upaya bunuh diri yang bukan hanya sekali, menghantam Debra hingga nyaris menyerah. Pada titik tertentu, ia harus membayangkan anak-anaknya itu telah mati.

Memoar yang menuturkan cinta bertepuk sebelah tangan dalam keluarga ini amat memilukan hati, kendati tidak menguarkan aroma dramatis berlebihan atau memicu depresi. Salah satu kejadian paling mengoyak emosi ialah ketika Stephanie dan Amanda diam-diam pulang untuk mengambil pakaian ganti yang bersih, sedangkan pakaian kotor diserakkan begitu saja di kamar agar ibu mereka bisa mencucinya.

Upaya Debra untuk merengkuh kembali kedua putrinya lebih dari sekadar mengagumkan. Hukum tidak dapat melarang anak-anak hidup di jalanan dan bergabung dengan kaum punk. Bahkan sebaliknya, Debra diminta menggunakan akal sehat serta menegaskan kepada Amanda dan Stephanie untuk tidak lagi menjejak rumahnya. Ketika amarahnya meluap, Debra menyingkirkan semua barang yang mengingatkannya kepada kedua gadis itu.

Meski berpotensi membobol bendungan airmata pembaca, memoar Debra ini melaju kencang sehingga terasa sayang untuk ditunda sebelum tuntas. Alangkah akan semakin moleknya bila 'kerikil-kerikil' seperti typo dan kekeliruan eja dicermati lebih jauh [misalnya, testimoni Fla Tofu masih mengandung sejumlah singkatan 'yg']. Secara umum, Live Through This yang bersinar dengan aneka prestasi - antara lain Top 10 Northwest Books of 2009 dan finalis kategori buku perdana Books for Better Life Award merangkum pelajaran tak berkesudahan guna mencintai diri, kehidupan, serta memahami sisi gelap-terangnya dalam satu paket lengkap. (rini)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
MEMOAR

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"Books are not made for furniture, but there is nothing else that so beautifully furnishes a house." ~ Henry Ward Beecher

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28550439

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit