Dreams from My Father; Pergulatan Hidup Obama Cetak E-mail
(2 votes)
Dreams from My Father; Pergulatan Hidup Obama
Judul : Dreams from My Father; Pergulatan Hidup Obama
Penulis: Barack Obama
Penerjemah : Miftahul Jannah Saleh dkk
Penerbit : Mizan
Tahun: 2009
Genre : Memoar
Tebal: 493 Halaman
ISBN: 978-979-4335-44-4

 

 

 

 

 

 

Dewasa ini, definisi memoar hampir lebur dengan autobiografi. Merujuk pengertian dalam Wikipedia, memoar menggunakan sudut pandang orang pertama dan hanya membingkai titik-titik penting dalam perjalanan hidup penulisnya yang dinilai mengandung manfaat bagi khalayak, sedangkan autobiografi menyerupai susunan periode yang telah dilalui penulis bersangkutan serta merangkum fakta dan data yang dapat ditelusuri kebenarannya.

Buku yang ditulis sendiri oleh Barack Obama ini merupakan kombinasi keduanya. Letak kemenarikan antara lain terdapat pada gaya papar ala novel sehingga tidak berkesan ‘berat’ sebagaimana kebanyakan memoar para politikus. Melalui buah penanya ini, Barack mengajak pembaca menjenguk sisi-sisi personal seorang lelaki berdarah campuran. Bab demi bab kental dengan percikan semangat anti rasisme, termasuk detail ihwal perilaku bijaksana kakek-neneknya dari pihak ibu yang tak pernah memandang sebelah mata orang-orang kulit berwarna. Sikap arif yang menanamkan bibit dalam hati putri mereka sehingga membuka pintu bagi uluran kasih seorang pria yang berbeda ras.

Bagi masyarakat baca di Indonesia, satu bab khusus mengenai hari-hari Barack kala ibunya menikah dengan mendiang Lolo Soetoro merupakan pesona yang ‘mengundang’. Toh, ia lebih banyak membahas situasi rumahtangga sang ibu dengan jumputan impresi menyangkut lingkungan sekitar. Walau jejak-jejak memorinya tentang Indonesia masih disisipkan kemudian, kurang tepat jika Dreams from My Father diimbuhi ‘Satu-satunya buku yang ditulis Barack Obama sendiri yang mengisahkan kehidupannya di Indonesia’. Akan timbul praduga bahwa seluruh buku ini belaka menyoal Indonesia di mata Barack.

Beberapa peristiwa ‘sekilas’ pun tetap bernada kontemplatif. Ketika Barack mendapati Ruby, seorang kenalannya, memakai lensa kontak biru, ia memaknai tindakan itu sebagai simbol ketidakbanggaan wanita kulit hitam akan fisiknya sendiri. Lembaran masa yang dilewatinya semarak oleh pertemuan dengan beragam karakter manusia dan latar belakang yang variatif pula. Salah satunya Rafiq, seorang muslim yang sebelumnya terjerembab dalam ruang berjelaga para pecandu narkoba.

Mata rantai yang cukup mencorong adalah kisah Auma, sang kakak, yang menjawab panjang lebar semua pertanyaan Barack mengenai ayah kandung mereka. Tersibaklah siapa lelaki yang mewariskan namanya kepada presiden Amerika tersebut, perkawinannya yang berulang kali, keeratan batin putra-putrinya kendati kerap dihempas badai di atap yang menaungi mereka, sekaligus pukulan batin yang menyurukkannya pada minuman keras tatkala membayar mahal sebuah idealisme. Sosok ayah yang samar-samar dalam sejarah kasih sayang menjelma dengan kelebihan dan kekurangannya. Saat Auma berbaikan dengan lelaki itu beberapa tahun kemudian merupakan momen yang membasahkan sanubari. Demikian pula keistimewaan Barack dan ibunya di hati sang ayah, walau mereka tinggal berjauhan dan bukan lagi pasangan suami-istri.

“Kau tahu, Old Man sering sekali bicara tentang kau! Dia menunjukkan fotomu kepada semura oang dan menceritakan prestasi cemerlangmu di sekolah. Kurasa, dia sering berkirim surat dengan ibumu. Sepertinya, surat itu betul-betul membuatnya senang. Selama masa yang begitu menyedihkan, ketika semua orang berbalik meninggalkannya, dia membawa surat-surat ibumu ke kamarku dan membacakannya keras-keras. Setelah selesai, dia mengguncang surat di tangannya dan mengatakan betapa baiknya hati ibumu. ‘Kau lihat, kan!’ katanya. ‘Masih ada orang yang peduli kepadaku.’..” (hal. 256-257)

Menilik versi bahasa Inggrisnya yang terbilang pelik, upaya penyunting mengharmoniskan sentuhan keempat penerjemah amat layak dihargai. Antara satu dengan lainnya nyaris tak terjadi ‘kesumbangan’, hanya saja di beberapa bagian ditemukan catatan kaki sedangkan di bagian lain berupa selipan dalam kurung.

Selaku memoar dan autobiografi, Dreams of My Father adalah karya yang jujur. Tidak mengherankan apabila buku ini diganjar British Book Award for Best Biography 2008. (rini)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
MEMOAR

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 27578554

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit