Tinta Cinta Sitti Hawwa Cetak E-mail
(7 votes)
Tinta Cinta Sitti Hawwa
Judul: Tinta Cinta Sitti Hawwa
Penulis: Dellafirayama
Penerbit : Zaman
Tahun: 2009
Genre: Novel Romantis
Tebal: 236 Halaman
ISBN: 978-979-024-144-2

 

 

 

 

 

 

Setiap wanita adalah Hawa dan akan dipertemukan dengan Adamnya. Itulah yang diyakini Sitti Hawwa, seorang gadis keturunan Tionghoa yang kerap merasa rendah diri karena diolok-olok teman sekolah. Dengan sikap emosional, Hawwa menyebut teman yang mencemooh mata sipitnya ‘Malik Jelek’. Kesumat masa kecil terus mencengkeram hati gadis itu sehingga ia menikmati kepuasan tersendiri kala menolak cinta beberapa pemuda, termasuk Malik yang kemudian menyanjung paras eloknya.

Namun siapa yang ditunjuk cinta kerap merupakan tanda tanya besar. Hati Hawwa terpaut pada asisten dosen di kampusnya, Adam. Pria menarik yang juga teman masa  kanak-kanaknya itu menggelontorkan ide-ide bernas dalam setiap perbincangan sehingga pertemuan mereka senantiasa menorehkan kesan spesial. Namun ketika ruang sanubarinya terkuak, Hawwa mendapati kenyataan bahwa ia tidak dapat memiliki lelaki yang mengasihi dan dikasihinya itu.

Menyadari impiannya tak lebih dari bunga tidur seorang gadis pendamba romansa penuh wewangian, Hawwa terpelanting pada fase kelabu bernama patah hati. Pada saat-saat rentan itulah, Malik hadir kembali. Walau tak kalah rupawan dengan Adam dan –yang lebih penting– masih lajang, pemuda itu tidak lantas menjadi pengisi kekosongan sanubari Sitti Hawwa. Kedekatan mereka terjalin karena Malik mengungkap identitas sekaligus perspektif baru mengenai negara idaman melalui suatu percakapan tentang kebijakan pemerintah Indonesia.

Malik memperkenalkan Hawwa pada seorang tetua yang akan merekrutnya menjadi pendukung negara baru. Negara yang disebut-sebut berbasis Islam dengan segala keidealannya, tetapi mengandung sejumlah keganjilan. Hawwa mulai berkelit meski telah dibai’at, menyanggah pemikiran-pemikiran tidak masuk akal yang bertentangan dengan ajaran Islam menurut Al Qur’an. Saat itulah Malik menampakkan wajah aslinya. Suatu titik nostalgia yang menggiring Hawwa pada dunia yang tak pernah ia bayangkan sama sekali.

Nama Dellafirayama masih baru di blantika kepengarangan Indonesia, namun ia mampu menyuguhkan sebuah karya yang terbilang unik. Lulusan Sastra Indonesia UI ini membetot perhatian pembaca dengan menjumput kisah Nabi Adam dan Hawa sebagai bahan dasar. Penamaan Siti Hawa dengan dua t dan dua w menunjukkan bahwa novel perdana Dellafirayama ini bukan modifikasi riwayat pasangan manusia pertama di dunia tersebut. Satu-satunya keterkaitan karakter sentral dengan istri Nabi Adam adalah kemiripan nama. Itu pun sempat melecutkan kerisauan di hati Hawwa tatkala guru agama menyebutnya sebagai perempuan yang bersalah atas hukuman yang dijatuhkan Allah kepada Adam. Dengan kata lain, bila Hawa tidak membujuk Adam memetik buah khuldi, maka mereka dan seluruh umat manusia yang merupakan keturunannya akan berada di surga hingga kini.

Merasa terpojok, Hawwa mengadu pada ibunya. Tangisannya ditanggapi dengan kalimat penghiburan, “Tidak ada yang bilang bahwa perempuan itu yang membujuk si laki-laki, Hawwaku. Malah, dia tidak akan tercipta kalau saja si laki-laki tidak terlalu cengeng untuk meminta pasangan..” (hal. 22). Cukup dapat dimaklumi karena ucapan ini terlontar dari mulut seorang wanita yang ingin melipur putri semata wayangnya. Seperti ketika Hawwa diejek Malik, sang ibu berkata, “Mereka hanya iri karena kamu begitu cantik, Sitti..” (hal. 12). Akan lebih bijaksana apabila karakter Bunda menenangkan anak perempuannya tanpa membawa-bawa masalah iri dengki, terutama di kala Hawwa masih sedemikian belia. Manusia sering kali bereaksi negatif pada sesuatu yang baru atau tidak biasa ditemuinya. Jika seorang ibu mendampingkan praduga menyoal keirihatian dan paras cantik, walaupun memang itu yang benar terjadi, akan timbul kesan bahwa hanya anaknya seoranglah yang memiliki keindahan rupa.

Nuansa feminin yang serba lembut terasa di sana-sini. Pemilihan nama Eva, istri Adam, menegaskan kembali konsep yang diusung penulis bahwa wanita satu sama lain tak berbeda. Agar novel Islami yang disisipi petikan ayat-ayat Al Qur’an ini tetap meluncur cantik tanpa menggurui pembaca, penulis menggunakan gaya bahasa yang empuk dan peralihan sudut pandang pada setiap pergantian bab. Dengan teknik tersebut, kejemuan yang mungkin timbul dapat disiasati.

Sayangnya, metode tersebut menggelincir menjadi pengulangan. Misalnya di halaman 32, Lelaki yang setiap pulang sekolah, selalu kusambut dengan suara cadelku, ”Ada apa di ujung pelangi?”

“Kenapa ayam tak pelnah bisa telbang tinggi?”

“Apakah sulga juga jadi tempat kucingku pelgi setelah ia mati?”

 

Informasi ini dicantumkan kembali di halaman 35, meski didahului kalimat berbeda.

Tidak seperti fiksi-fiksi bertema romansa kebanyakan, Tinta Cinta Sitti Hawwa dibubuhi pemikiran yang tergolong unik dalam arti jarang dikemukakan. Di antaranya makna kalbu yang selama ini disamakan dengan hati, padahal berasal dari kosakata bahasa Arab qalb yaitu segumpal darah. Pandangan mengenai tidak samanya jodoh dan belahan jiwa merupakan kekuatan lain novel ini. Di samping itu, penulis tidak mementahkan dialog-dialog sepasang insan dalam untaian diksi standar. Ia banyak bermain dengan perumpamaan, antara lain menggambarkan jatuh cinta dengan pintu yang diketuk. Elemen paling bersinar adalah pengungkapan pendapat bahwa orang buta tidak sepatutnya dikasihani karena dalam kegelapan, indra mereka terhindar dari penglihatan-penglihatan yang tidak semestinya. Pemaparan seperti ini menjadikan Tinta Cinta Sitti Hawwa sebuah novel islami berbalut kisah asmara yang istimewa. (rini)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL ROMANTIS

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29045925

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit