Palace of Illusions, the; Istana Khayalan Cetak E-mail
(2 votes)
The Palace of Illusions; Istana Khayalan
Judul : The Palace of Illusions; Istana Khayalan
Pengarang: Chitra Banerjee Divakaruni
Penerjemah : Gita Yuliani K.
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun: 2009
Genre : Novel Fantasi
Tebal: 496 Halaman 
ISBN: 978-979-22-4556-1

 

 

 

 

 

 

Siapa bilang perempuan adalah kaum lemah? Setidaknya cerita klasik pewayangan menunjukkan kebalikannya. Dropadi, putri Prabu Dropada, yang terbakar amarah karena sikap tak hirau ayahnya dan lahir dari api memperlihatkan kemampuan menerima nasib sebagaimana disampaikan peramal sakti kepadanya. Dengan ambisi mengukir sejarah tertanam dalam hati, adik Drestadyumna yang dikenal dengan nama Panchali itu menjadi satu-satunya pelaku poliandri. Ia menjadi istri kelima ksatria Pandawa, kendati hal tersebut bukan kehendaknya pribadi.

Melalui kacamata putri berkulit gelap namun memesona ini, Chitra Banerjee, yang mengemuka dengan dwilogi 'Sister of My Heart' dan 'Vine of Desire' serta 'Mistress of Spices', menuturkan kisah Mahabharata sedari mula walau kemelut keluarga Prabu Dropada menjadi titik tolaknya. Ihwal perseteruan sang prabu dengan Drona, sahabat seperguruan yang murka karena ia ingkar janji usai menduduki tahta. Dendam membatu di hati Dropada sehingga menghendaki putra yang kelak menuntaskannya. Juga sesuatu yang terselip dari penelusuran kisah-kisah versi lainnya: hasrat hati Panchali terhadap Karna. Hanya selubung kasta yang menciptakan jurang ketidakmungkinan mereka bersatu. Bagi Dre, sang kakak, Karna memperoleh kerajaan karena kemurahan hati Duryodana sahabatnya dan tetap tak sederajat dengan adik semata wayangnya. Karena pahatan takdir pula, Panchali malah mengucapkan perkataan menusuk yang menempatkan Karna sebagai musuh seumur hidupnya.

Karena cinta yang terus menyubur dalam setiap detak jantung itulah, Panchali tak kuasa mencintai kelima suaminya. Hatinya terbelah-belah senantiasa, terutama mengetahui banyak pula wanita yang merindukan tampil istimewa di hadapan lelaki gagah tersebut. Di lain pihak, Panchali harus bersaing kekuasaan dengan ibu mertuanya, Ratu Kunti. Demi kepastian bahwa kedudukannya tak terkalahkan itulah, Kunti menitahkan putra-putranya berbagi istri.

Bagi yang belum terbiasa dengan cerita wayang, Banerjee menyisipkan perangkat bantu berupa silsilah keluarga di bagian muka. Beberapa nama agak terkesan asing, seperti Madrim menjadi Madri, Abiyasa menjadi Byasa, dan Kresna menjadi Krishna. Karakter yang disebut terakhir dibiarkan sebagaimana reputasinya, titisan dewa yang penuh muslihat kendati nampak bijak dan kerap berada di sisi Arjuna selaku sahabat. Krishna pembisik paling berpengaruh kala Arjuna berhadapan dengan Karna dan membuatnya menyesal di kemudian hari.

Peperangan tak pernah melegakan dahaga akan dendam dan kepuasan batin. Selalu ada korban, selalu ada nyawa terenggut percuma, selalu ada airmata yang tak tertebus kepedihannya. Itulah pesan pokok yang dihidangkan novel ini. Panchali bersumbangsih tak sedikit, melalui kutukannya, melalui peristiwa memalukan yang dikemas seluwes mungkin oleh Banerjee sehingga pembaca tetap menikmati keindahan cerita sekaligus memahami apa yang terjadi pada sang ratu.

Karakter Panchali ditampilkan sangat alamiah dengan segi kewanitaan dan perangainya yang unik. Meski kerap menggelegak, ia tak kuasa menahan cemburu kala Arjuna menganbil istri lain dan memperlakukannya dengan penuh kasih sayang. Ia tidak mampu mengingkari kepedulian pada Karna. Ia tidak sanggup mengelak atensi lembut Bima yang nyata-nyata paling mencintainya. Di samping itu, Gandari yang mendampingi Destarastra dengan sumpah tak pernah menikmati keindahan melalui indra penglihatan seperti sang suami pun dilukiskan sedikit lain dari versi-versi yang telah lebih dulu ditebarkan.

Banerjee menampakkan kepiawaiannya mengolah cerita berbau peperangan dan kebajikan yang sarat renungan. Mengenai berbagai aji-aji, kutukan, sikap ksatria, dan cinta pada keluarga. Kekhasannya tak terlupa, berganti sudut pandang tanpa pemberitahuan, dan pemaparan yang divariasikan.

Walaupun terjemahannya sedikit kurang mulus, ending novel ini lebih mudah diserap dibandingkan novel-novel terdahulu.

Anda penggemar kisah wayang? Maka The Palace of Illusions tidak boleh dilewatkan. (rini)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL FANTASI

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 32075382

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit