Tumbuh di Tengah Badai Cetak E-mail
(1 vote)
Tumbuh di Tengah Badai
Judul: Tumbuh di Tengah Badai
Penulis: Herniwatty Moechianm
Penerbit : Bentang
Tahun: 2009
Genre : Memoar
Tebal: 236 Halaman 
ISBN: 978-979-122-75-68

 

 

 

 

 

 

Kehadiran buah hati senantiasa menjadi saat-saat yang membahagiakan sekaligus mendebarkan. Sedari berbentuk fetus, orangtua mulai mengerahkan segala upaya untuk mempersiapkan kelahirannya agar tidak kurang suatu apa. Konsumsi nutrisi, kehati-hatian gerak, pengawasan secara medis, pemantauan terhadap bobot dan sebagainya. Semua dikarenakan ekspektasi akan putra-putri yang ‘sempurna’.

Saat Catra menunjukkan indikasi keberbedaan dengan kakak-kakaknya, sang ibu diselimuti keresahan. Usahanya untuk mengetahui apa yang terjadi pada putra bungsunya mengalami berbagai rintangan, bahkan dari suami yang diharapkan dapat bahu-membahu menangani permasalahan. Bahtera rumahtangga keduanya justru tengah diamuk badai sehingga penulis harus memilah konsentrasi antara anak-anak yang membutuhkan perhatian serta hatinya sendiri yang terus bertanya-tanya penyebab sang suami berubah drastis. Pukulan paling telak adalah ketika ia menolak mendampingi Catra berkonsultasi karena ahli jiwa anak yang mereka temui mencium perseteruan pasangan suami-istri yang ditengarai akan berdampak negatif pada anak mereka.

Memoar Herniwatty Moechiam yang dipublikasikan lini Laskar Pelangi Penerbit Bentang ini menggulirkan problematika yang kompleks. Bukan semata menghadapi anak yang memerlukan atensi lebih banyak dan  suasana membara dalam perkawinan, ia mengalami momen-momen menghempaskan yang membuatnya mempertanyakan keputusan sebagai mualaf. Penulis mengambil langkah besar tersebut dengan bercermin pada pengalamannya sendiri yang acap kali dilanda kebingungan karena orangtuanya berbeda keyakinan.

Penolakan berbagai sekolah terhadap anak yang ‘luar biasa’ sangat memedihkan hati. Di satu sisi, sekolah umum menyodorkan opsi SLB sebagai tempat paling cocok. Di sisi lain, pihak SLB justru menyayangkan jika Catra yang dipandang masih sanggup mengikuti ritme pendidikan di sekolah umum harus terkotak dengan anak-anak difabel lain. Kecenderungan meniru yang amat tinggi pada penyandang autisma mengharuskan mereka dijauhkan dari aspek-aspek yang dapat menggerus potensi  perkembangan anak bersangkutan.

Salah satu peristiwa yang mengaduk perasaan adalah kala penulis terpaksa menggunakan pendekatan agama yang bernada mengancam agar taman kanak-kanak tetap mempertahankan putranya. Bila pihak sekolah berbasis Islam bersikeras menolak Catra, sang ibu akan mendaftarkannya di sekolah berlandaskan agama lain yang pernah ia anut. Ia memastikan bahwa Catra tidak akan mengalami kesulitan di sana, terlebih sebagai mualaf, dirinya masih mengingat betul prinsip-prinsip ajaran agama lain tadi. Gertakan tersebut membuahkan hasil, kendati sang ibu harus menandatangani surat pernyataan bahwa putranya tidak akan melanjutkan ke SD dengan kapasitas di bawah standar yang ditetapkan sekolah.

Namun Tuhan tidak tidur. Melalui orang-orang berbudi sebagai perpanjangan tanganNya, Catra dapat melanjutkan pendidikan. Perjalanannya menyesuaikan diri dengan sekolah baru dan teman-teman berikut aneka kebiasaan yang terbilang asing dipaparkan sang ibu dengan kalimat-kalimat yang sanggup meruntuhkan airmata. Catra mengalami kesukaran untuk memahami ekspresi orang lain, bahkan sempat diduga penyuka sesama jenis sehingga teman-temannya takut bergaul dengannya. Padahal setelah ditanya oleh sang ibu, remaja tersebut ingin berkenalan dengan pelajar putri tetapi minder dan takut ditampik.

Meski jelas-jelas mengupas pengalaman pribadi, kentara bahwa penulis tidak ingin mengumbar aib. Kala mengemukakan celah kelam rumahtangga yang pada suatu ketika terungkap musababnya, ia menggunakan sejumlah metafora. Penulis menularkan kelegaan dan keharuan pada pembaca saat selangkah demi selangkah melepas putra bungsunya menapaki kedewasaan. Buku parenting ini menyajikan pembelajaran berharga bagi setiap orangtua, bahwa bagaimana pun kondisinya, seorang anak harus diberi bekal agar dapat mandiri. (rini)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
MEMOAR

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"The pleasure of all reading is doubled when one lives with another who shares the same books." ~ Katharine Mansfield

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 28550455

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit