Road to the Empire, the; Kisah Takudar Khan; Pangeran Muslim Pewaris Mongol Cetak E-mail
(3 votes)
The Road to the Empire; Kisah Takudar Khan; Pangeran Muslim Pewaris Mongol
Judul : The Road to the Empire;
   Kisah Takudar Khan; Pangeran Muslim Pewaris Mongol
Pengarang: Sinta Yudisia
Penerbit : Lingkar Pena Publishing
Tahun: 2008
Genre : Novel Sejarah
Tebal: 586 Halaman 
ISBN: 979-1367-59-0

 

 

 

 

 

 

Pertama kali melihat dijamin langsung jatuh cinta pada tulisan judul. Unik. Dari tulisan itu sudah muncul kesan klasik. Apalagi efek ‘hilang’ pada beberapa bagian huruf, yang menggambarkan ada sesuatu yang tidak utuh atau terkoyak oleh kekuatan besar. Kesatria berbaju besi (hanya kelihatan dari belakang) Lengkap dengan pedang kembar saling menyilang. Gambar kesatria dengan aroma suram hawa kematian, kontras dengan dua wajah di kanan dan kiri yang menyejukkan. Wajah pria disebelah kanan saya menebak itu Takudar Khan. Wajah perempuan di sebelah kiri pada mulanya saya menebak itu Karadiza. Tapi bila menilik detil wajah mirip dengan deskripsi Almamuchi, dayang setia Takudar.

Satu lagi dalam sampul ini, gambar pasukan perang dengan gaya siluet dibawah gambar dua wajah. Setelah diamati dari dekat, ternyata gambarnya detail. Tak kalah dengan gambar lain yang berukuran besar. Tri Widyatmaka hebat. Selain bisa menerjemahkan isi novel dalam bahasa gambar, memunculkan efek klasik, megah sekaligus suram, juga bisa memberi efek eye catching. Membuat mata ‘telanjang’ jadi penasaran dengan isinya. Starting point buku ini yang bisa meringankan beban kerja tim marketing dan distributor.

Novel ini dibuka dengan kisah pertemuan Kaisar Tuqluq Timur Khan (salah satu anak Jenghiz Khan) dengan Syaikh Jamaludin. Kesan mendalam pada Syaikh, membuat sang Kaisar menjalin hubungan erat bahkan mengikat sumpah Anda. Ketika terjadi kudeta di istana, kaisar Tuqluq Timur Khan dan permaisuri Ilkhata terbunuh. Pangeran pertama Takudar Khan melarikan diri dengan dayang setianya Ying Chin atau Uchatadara. Keduanya menyamar sebagai rakyat biasa, mengembara untuk melarikan diri. Hingga akhirnya Takudar Khan bertemu dengan Rasyiduddin, satu-satunya anak Syaikh Jamaludin. Rasyiduddin menyembunyikan Takudar Khan di tempat tinggalnya, Madrasah Baabussalaam. Selama dalam penyamaran, Takudar Khan merubah nama menjadi Baruji sedang Ying Ching atau Uchtadara menggunakan nama Almamuchi. Sedang Rasyiduddin lebih dikenal dengan nama Salim. Dalam perjalanan waktu merebut kembali tahta yang diduduki Arghun Khan (pangeran ke dua), Baruji memilih menjadi muslim.

Jalan panjang Baruji menuju tahta kaisar pun di mulai. Pertentangan batin Baruji sebagai seorang muslim namun juga seorang suku Mongol asli di lukiskan dengan memukau oleh penulis. Di satu sisi dia tidak setuju dengan pemerintahan otoriter yang memeras rakyat. Sementara di sisi lain dia enggan untuk bermusuhan (atau membunuh bila di butuhkan) dengan adiknya sendiri. Suatu hal yang wajar adanya terjadi pada suatu perebutan kekuasaan. Baruji awalnya pesimis bisa merebut kembali tahtanya, para kaum muslimin menyakinkannya kalau dia bisa. Para kaum muslimin juga mempersiapkan segala keperluan untuk perang. Dalam kegundahan harus memerangi adik kandung dan bangsanya sendiri muncul Buzun (Pangeran ke tiga) yang mencarinya. Meski tahu dirinya muslim, tapi Sang Adik tetap menghargainya. Hal ini memunculkan kepercayaan diri pada Baruji untuk berjuang.

Penulis mendeskripsikan dengan teliti dan sabar tempat persembunyian, persiapan peralatan perang di ruang bawah tanah juga, rapat-rapat rahasia di tengah malam, latihan perang juga penyusunan strategi menjelang perang. Hal ini membuat saya menahan napas berkali-kali dan tak sabar ingin segera mengetahui apa yang terjadi berikutnya. Saya sempat mules menahan penasaran, harus sabar merayapi kata demi kata menjelang pertemuan Takudar dan Buzun. Hebat sekali penulis merangkai deskripsi setting cerita yang elok sekaligus mempermainkan emosi pembaca. Saya terhanyut dengan ambisi Selir Han Shiang. Geram dengan kekejaman Albuqa Khan. Gemas dengan kenekatan Urghana. Berlinang air mata demi Ankhnyam, Juz Jani dan Qaratai. Tergetar pada tuturan cinta yang halus dan lembut antara Almamuchi pada Baruji, Salim pada Almamuchi, Arghun pada Urghana atau Karadiza pada Baruji. Tersenyum simpul dengan letupan cemburu Karadiza pada Baruji. Cerita tentang cinta dituturkan dengan anggun dan bermartabat. Tidak berlebihan namun membekas cukup dalam dan memberikan nuansa hangat yang menggetarkan.

Pada awal bab 1kita akan  tertatih-tatih membaca novel ini. Kalimat-kalimat panjang juga deskripsi detail dengan menggunakan bahasa asli Mongol membuat saya harus konsentrasi penuh. Tapi setelah masuk bab 2 mulailah menemukan ritme yang asyik untuk menikmati novel ini. Kalimat panjang mendayu serta deskripsi detail membuat spembaca terhipnotis untuk terus dan Pembaca tidak akan  menduga sama sekali kalau Almamuchi akan bernasip tragis. Ending yang tak terduga ini menimbulkan bekas mendalam.

Sebuah buku indah. Hanya dengan membacanya kita seakan seperti melihat sebuah film panjang tentang perjalanan Takudar Khan dalam merebut tahta juga pencarian jati dirinya yang hakiki. Semoga suatu hari kelak buku ini bisa diwujudkan dalam sebuah film. (Ugik)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL SEJARAH

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"A book worth reading is worth buying." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29372901

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit