Sandera Rezim Khumaini; Nestapa Tahanan Politik Revolusi Iran Cetak E-mail
(1 vote)
Sandera Rezim Khumaini; Nestapa Tahanan Politik Revolusi Iran
Judul : Sandera Rezim Khumaini; Nestapa Tahanan Politik Revolusi Iran
Penulis: Marina Nemat
Penerbit : Pustaka Alvabet
Tahun: 2008
Genre : Kisah Nyata
Tebal: 364  Halaman
ISBN: 978-979-3064-50-5

 

 

 

 

 

 

Cerita di balik Revolusi Iran

Pada Januari 1980, Marina Nemat ditangkap pasukan Garda Revolusi Iran, yang saat itu berada bangku sekolah menengah dan masih berusia 16 tahun. Ia ditahan di penjara Evin, Teheran yang terkenal kejam. Atas tuduhan kejahatan politik, ia dijatuhi hukuman mati oleh rezim Khumaini.

Pengalaman di penjara itu ditulis kembali dalam Sandera Rezim Khumaini. Di dalam buku ini Marina meceritakan secara detail persitiwa demi pristiwa selama dalam penjara dan lolosnya dari hukuman mati.

Sebelum ditangkap oleh rezim Khumaiini, Marina hidup tenang bersama teman-temannya, Ia bersama teman-temannya beserta tetangganya hidup berdampingan saling menuai cinta meski beda agama. Tak ada yang harus dipersoalkan selain memberi dan menebar kasih sayang.

Situasi berubah ketika perpolitikan di Iran memanas antara Syah dan Khumaini. Demonstran dan pertikaian terjadi di mana-mana. Tidak berbeda, ketika Khumaini menjadi presiden. Banyak orang yang kehilangan anak, saudara, dan sanak familinya.   Sebagai anak yang masih sangat lugu Marina tergugah untuk melakukan perlawanan dengan semua apa yang terjadi. Marina dan teman-temannya melakukan perlawanan mulai di sekolahnya. Ia melawan terhadap guru-gurunya karena hanya membicarakan dan mendoktrinnya tentang negara Islam dan politik bukan pelajaran yang diampu gurunya tersebut.

Pemerintahan Khumaini mendapatkan perlawanan dari organisasi Mujahidin al-Khalq kelompok kaum muslim kekirian yang sebelumnya mendukungnya. Anggotanya menentang kekuasaan tak terbatas Khumaini sebagai pempinan tertinggi Iran dan menyebutnya diktator. Akibatnya, pemerintahan Islam Iran menyatakan partai mereka ilegal.

Marina akrab dengan teman-temannya dari keluarga kedua organisasi atau kelompok tersebut. Akibatnya, aktivitas Marina dicurigai sebagai orang yang menentang pemerintah apalagi ia berdemontrasi terhadap kebijakan yang berada di sekolahnya. Khumaini melakukan sweeping terhadap orang-orang yang anti-revolusi. Sehingga pada waktu terjadinya sweeping itu, ia ditangkap dan dibawa ke Evin. Ia harus rela meringkuk kesakitan dengan penyiksaan dalam jeruji besi.

Marina dipaksa mengakui tentang semua kegiatannya, baik di dalam maupun di luar sekolah. Ia tetap bertahan untuk tidak mengakui kesalahannya karena ia sadar bahwa ia tidak melakukan kesalahan apapun. Ia tidak bersekongkol dengan para pemberontak. Marina menjujung tinggi kebebasan manusia untuk mendapatkan segala apa yang berada di dunia ini tanpa harus menyakiti yang lain. Sikap toleransi dan menghargai terhadap perbedaan telah tumbuh mengakar pada dirinya.

Imbas dari kekeras-kepalaannya, ia dijatuhi hukuman mati. Ia harus dieksekusi dan mati dengan peluru bersarang di bagian tubuhnya. Tetapi, saat ia akan dieksekusi seorang interogator bernama Ali, yang memiliki kedekatan dengan Ayatullah Khumaini, membebaskannya dari maut hanya beberapa detik menjelang regu tembak memuntahkan peluru mereka. Lalu, Marina dipindahkan ke Ghezel Hessar, sebuah penjara kota Karaj, kurang lebih lima belas mil dari Teheran.

Di penjara ini, Marina menjalani hidup yang sangat sunyi, sepi dan terasa hambar. Ia selalu ingat kekasihnya, Andre dan kedua orang tuanya. Rasa cintanya terhadap Andre dan kedua orang tuanya diuji di tengah kecamuk batin yang remuk redam. Dengan kondisi seperti itu ia juga dibenturkan dengan bagaimana seluruh tahanan yang semua perempuan disiksa dan yang masih perawan diperkosa sebelum dieksekusi.

Derita Marina berakhir setelah Ali dibunuh rival politiknya. Dia pun bebas dari penjara. Pada 1991, ia pindah ke Kanada bersama suami barunya, Andre. Di sana lebih dari 20 tahun, ia mengubur kisahnya dan menyembunyikan trauma atas masa lalunya. Hingga akhirnya, meluncurkan memoar memilukan ini. Karya ini merupakan cara Marina berdamai dengan dunia dan kehidupan personal. Artinya, sebagai individu menghadapi drama maupun memandang hidup sebagai perempuan, anak, dan kekasih, serta penduduk yang hampir dari keseluruhan hidupnya tunduk dan hanya mengenal satu nama pemimpin negara, tetapi pada saat yang bersamaan memiliki idealitas, berusaha keluar dari kerangkeng kuat sekalipun.

Buku ini adalah karya perdamaian yang kaya akan seruan-seruan kemanusian yang meliputi berbagai aspek kehidupan. Setiap lembarnya adalah sejarah kelam kehidupan  manusia yang benci akan perang dan darah, rindu akan cinta dan perdamaian. Meski penulis dalam buku ini banyak bercerita tentang hidupnya di penjara, tetapi inilah potret kehidupan nyata, khususnya perempuan dalam kepungan ideologi, politik, dan agama. (Syaiful A’la / PERADA, 19 Juli 2008 – Koran Jakarta)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
KISAH NYATA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

"All books are divisible into two classes, the books of the hour, and the books of all time." ~ John Ruskin

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 29039638

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit