Para Priyayi Cetak E-mail
(9 votes)
Judul : Para Priyayi 
Pengarang : umar Kayam
Penerbit : Pustaka Utama Grafiti
Tahun : 1992
Genre : Novel Sastra
Tebal : 308 Halaman
ISBN : 979-444-186-4
Para Priyayi

 

 

 

 

 

 

Para priyayi telah menjadi sebuah bagian sejarah yang tidak dapat terpisahkan ketika kita berbicara era pra-kemerdekaan. Kelompok ini memiliki kedekatan dengan kekuasaan, kemewahan, dan kehormatan.

Dalam bukunya –Para Priyayi– Umar Kayam berhasil menggambarkan kehidupan priyayi dari dekat. Menjadi priyayi adalah sebuah ketidakmustahilan, walaupun ia berasal dari golongan bawah. Segala daya upaya ditumpahkan agar seseorang bisa masuk golongan priyayi. Kegemilangan sebuah keluarga dapat dilihat dari upayanya menjadikan seluruh keluarga atau setidak-tidaknya salah satu dari anggota keluarga menjadi priyayi.

Adalah Lantip, seorang anak penjual tempe keliling di Wanagalih. Di umur yang masih belia, ia dititipkan emboknya di rumah keluarga Sastrodarsono, keluarga priyayi terpandang di kabupaten. Ia sudah dianggap anak di rumah besar tersebut.

Sastrodarsono benar-benar seorang ayah yang bijak dan pamong yang mampu mengayomi warga di sekitarnya. Ia bukanlah turunan priyayi. Status priyayi diperolehnya dengan kerja keras yang luar biasa. Pendidikan tinggi menjadi kendaraannya agar masuk sebagai kelompok priyayi.

Bersama istrinya –Ngaisah– Sastrodarsono membangun keluarga priyayi. Sastrodarsono bukanlah priyayi yang hanya duduk menikmati kemewahan yang dimilikinya. Ia masuk ke pelosok pedesaan, membangun sekolah rakyat, dan memercikkan kebijakan bagi warga sekitar. Ia tanamkan jiwa priyayi yang kuat bagi ketiga anaknya untuk selalu berada di jalan yang benar.

Pada kenyataannya, hidup tidaklah semulus yang diharapkan. Ketiga anaknya yakni Noegroho, Hardojo, dan Soemini punya persoalan hidup masing-masing. Sampai mereka sudah berkeluarga sekali pun, persoalan hidup yang menghadang selalu dibagikan kepada ayah-ibunya.

Lantip selalu menyingsingkan lengan saat keluarga priyayi itu dilanda masalah. Ia menuntaskan semuanya itu dengan segala ketulusan hati dan kebijakan sikap yang dianutnya. 

Namun, terkadang manusia tidak bisa berharap terlalu besar pada garis hidup yang diberikan Sang Pencipta. Ada saat seorang manusia harus menerima kenyataan bahwa kesatuan sebuah keluarga juga berarti kesatuan untuk rela melepaskan bagian dari sebuah kebulatan itu sendiri.

Tak berlangsung lama setelah kepergian istrinya, Sastrodarsono pun menyusul. Ia seda di “istananya”. Ia menutup mata dikelilingi keluarga besarnya. Ia meninggal dengan penuh senyum kebahagiaan.

Lantiplah orang yang memberikan pidato saat penguburan Sastrodarsono. Di tengah makam, Lantip menuturkan kisah hidup Ndoro Guru Kakungnya dari seorang anak petani kecil menjadi seorang priyayi yang bersahaja.

Buku ini mengungkapkan kehidupan priyayi dari dekat. Amat menarik mengupas buku ini. Umar Kayam dapat memotret pola pikir keluarga priyayi, kesederhanaan sekaligus kemewahan, dan nilai-nilai hidup orang Jawa. (rossa)

Jumlah komentar/resensi baru untuk buku ini (0)add comment

Silahkan memberi komentar/resensi baru dengan bahasa yang sopan dan bertanggung jawab.
Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

busy
 

Wisata-Buku.Com kini hadir di Smartphone Android (silahkan klik di sini)

Google

D i d u k u n g o l e h :

GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA

KORAN JAKARTA - Harian Umum Nasional

Ketik kata kunci, misal: "harry potter"
Wisatawan Buku





Password hilang?
Belum terdaftar? Daftar
Beibiiyku Online Shop
Sponsor
FrozenbyQueen - Lezat Alami & Halal
Sponsor
Resensi Genre Terkait
NOVEL SASTRA

Resensi Terbaru
Resensi Populer
Komentar/ Resensi Baru
Metode Mengajar ala Tiongkok dan Jepang
Sudah seha...
Misteri MH-370
sedih, bin...
Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan
Sangat ins...
Mafia Migas VS Pertamina; Membongkar Skenario Asin...
Sangat bag...
7 Hari 1.500 Kilometer Mengelilingi Tibet
Traveling ...
Setelah 7 Malam di Alam Kubur; Apa yang Terjadi Pa...
:) ;D
Meneladani Jam-Jam Nabi Dalam Beribadah Dan Bekerj...
Ass. isi b...
Salam Lemper Cak Lontong
mantap!!
Misteri Hilangnya Batu Delima Biru
wah wah......
Steve Jobs iCon Apple
This guy w...
Promosi GRATIS
Inspirasi WB

“After all manner of professors have done their best for us, the place we are to get knowledge is in books. The true university of these days is a collection of books.” ~ Albert Camus

 
K o m u n i t a s P e n d u k u n g
WBstat
Pengunjung: 32075377

Silahkan Daftar untuk memberi komentar/resensi baru dan melihat fitur-fitur lain, atau Login bagi yang sudah mendaftar.

... help us to spread the words!

 

Perhatian! Jika ada konten di situs ini yang melanggar hak cipta dan/ atau membuat kerugian materi, moril ataupun keduanya terhadap suatu pihak, mohon silahkan email ke: TimWB

 

Wisata-Buku.Com adalah bentuk dedikasi kepada:

Penggiat Buku dan Penerbit